Persiapan Fisik Menjelang Bulan Ramadan

0

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat dinanti-nanti oleh seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Hal ini karena Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan pada bulan ini pula segala amal baik kita akan dilipatgandakan oleh Yang Maha Kuasa.
Tentu kita tidak ingin melewatkan kesempatan untuk memperbanyak pahala pada Bulan Ramahdan yang hanya datang setahun sekali ini, bukan? Karena itu, pula sebaiknya kita mempersiapkan diri menyambut Bulan Puasa, terutama kondisi fisik agar kondisi badan kita tetap prima saat akan menjalani ibadah puasa selama 30 hari ini. Berikut ini beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai langkah persiapan fisik menjelang Bulan Ramadhan.

  1. Memeriksakan diri ke dokter
    Bagi Anda yang sedang dalam masa pengobatan, perlu berkonsultasi dengan dokter tentang kondisi kesehatan jika melakukan puasa pada Bulan Ramadhan. Jika menurut dokter kesehatan Anda tidak akan bermasalah saat melakukan puasa, sebaiknya berpuasa. Namun, jika dokter menyarankan Anda untuk tidak berpuasa pada Bulan Ramadhan, sebaiknya Anda jangan memaksakan diri untuk berpuasa. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya keluhan tentang kesehatan yang nanti akan Anda rasakan ketika berpuasa.
    Selain itu, berkonsultasi pula dengan dokter tentang efek samping dari obat yang biasa Anda konsumsi selama puasa. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar Anda dapat menjalankan puasa dengan baik.
  2. Menjaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan
    Kesehatan sangat berkaitan dengan kebersihan. masih ingatkah Anda dengan pepatah yang mengatakan bahwa Kebersihan itu merupakan sebagian dari iman. Karena itu, jika badan kita ingin tetap sehat selama berpuasa pada bulan Ramadhan, harus menjaga kebersihan, baik kebersihan diri, tempat tinggal, maupun kebersihan lingkungan.
    Menjaga kebersihan merupakan salah satu modal yang dapat dilakukan untk menjaga kesehatan tubuh yang maksimal. Dengan menjaga kebersihan maka kondisi kesehatan akan semakin terlindungi secara optima. Hal ini karena tentu saja berbagai resiko buruk dari berbagai penyakit bisa diatasi dengan meningkatkan kualitas kebersihan secara maksimal.
    Contoh menjaga kebersihan diri adalah mandi dan menggosok gigi dua kali sehari, serta cuci tangan sebelum makan. Contoh menjaga kebersihan lingkungan adalah membersihkan rumah secara rutin, seperti mengepel dan menyapu halaman secara rutin.
  3. Menjaga konsumsi makanan
    Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada lambung kita, selama berpuasa, sebaiknya dari sekarang mengurangi beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan kembung, misalnya buah durian dan buah nangka. Selain itu, hindari pula mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkn lambung kita iritasi, seperti makanan pedas atau makan asam.
    Hindari pula mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol dan bersoda. Perbanyaklah mengonsumsi makanan yang bergizi, sayur dan buah, dan minum air putih. Biasakan pula makan dengan porsi yang lebih kecil sehingga sistem pencernaan kita mulai terbiasa untuk dengan kalori yang lebih sedikit dari biasanya seperti saat berpuasa nanti.
  4. Olahraga teratur
    Olahraga merupakan aktivitas yang bertujuan melatih tubuh seseorang, baik dari segi jasmani maupun dari segi rohani. Manfaat olahraga adalah untuk menjaga kesehatan tubuh. Dengan melakukan olahraga maka metabolisme tubuh menjadi lancar. Dengan begitu, penyerapan serta distribusi nutrisi pada tubuh menjadi lebih efisien dan efektif.
    Olahraga dapat melindungi tubuh dari berbagai serangan penyakit. Oahraga juga dapat mengurangi stress dan memperbaiki suasana hati. Otot-otot pada tubuh akan terbentuk serta lemak akan berkurang. Untuk mencapai manfaat-manfaat tadi, kita diharuskan berolahraga rutin selama 20 sampai 30 menit sebanyak 3 kali atau lebih dalam seminggu.
    Begitu pula saat berpuasa. Untuk menjaga agar sistem peredaran darah tetap berjalan dengan baik tentu kita juga harus tetap berolahraga. Saat berpuasa, kita tidak perlu melakukan olahraga berat yang dapat membatalkan puasa, cukup berjalan kaki atau bersepeda.

Comments are closed.